Mengapa Memilih Pendidikan Pesantren

Hakekat Pendidikan

Serang/nurul-ilmi.com. Pendidikan adalah kebutuhan setiap individu untuk mampu meningkatkan kemampuan dan kompetensinya dalam bidang tertentu. Lebih luas dari pada itu, pendidikan adalah sarana untuk membangun generasi yang unggul dan mempunyai mentalitas yang baik. Bahkan pendidikan juga mampu menyiapkan pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang. Banyak model pendidikan yang berkembang saat ini. Tentunya dengan karakteristik yang beragam pula. Namun dari sekian ragam pendidikan yang ada, sebenarnya mempunyai tujuan yang hampir sama yaitu menyiapkan generasi yang akan datang untuk dapat hidup dan membawa maslahat bagi alam dan makhluk sekitarnya. Sebagaimana Saiyidina Ali berkata Al-insanu ibnu zamanihi, Manusia adalah anak dari zamannya masing-masing. Maka kita harus menyiapkan mereka untuk hidup di zamannya masing-masing dengan nilai-nilai yang kita yakini ingin kita tanamkan dalam diri dan jiwa mereka yaitu nilai islam.

Model Pendidikan Pesantren

Nurul Ilmi

Pesantren sejak awal telah meletakkan dasar-dasar pendidikannya untuk membangun nilai-nilai kehidupan sebagai bekal santri-santrinya. Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan dalam bentuk Panca Jiwa, yaitu : Keikhlasan, Kesederhanaan, Kemandirian, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan.

Keikhlasan dalam bahasa pesantren diartikan sebagai sikap ikhlas dididik dan mendidik, ikhlas diajar dan mengajar. Pendidikan sendiri memiliki arti yang lebih luas dalam pandangan pesantren, yaitu, semua bentuk usaha yang dilakukan dan dikondisikan untuk membuat kesan baik di hati dan diri santri-santrinya untuk membantu mereka dalam tumbuh kembangnya fisik, akal, jiwa dan akhlaknya.

Kesederhanaan sendiri diartikan sebagai sebuah sikap yang selalu bisa mengambil manfaat dan maslahat dari apa yang diberikan Allah SWT kepada kita. Sehingga apapun yang ada di pesantren mampu didayagunakan dengan maksimal untuk kemaslahatan bersama.

Kemandirian diartikan dalam istilah sederhana self berdruiping system, yang memiliki makna bahwa segala sesuatunya adalah dari kita oleh kita dan untuk kita. Pesantren bertugas untuk mensuport santri dalam bentuk fasilitasi materiil maupun non materiil sehingga mereka mampu bergerak dan berkreasi menuju hidup yang mandiri.

Ukhuwah Islamiyah diartikan sebagai kebersamaan dalam kebaikan, bukan kebersamaan di jalan yang Allah tidak ridhoi.

Kebebasan yang menjadi nilai Panca Jiwa pesantrenpun juga jangan disalah artikan, karena kebebasan ini diartikan sebagai suatu bentuk penyediaan ruang berkreasi dan bergerak dalam koridor kemaslahatan dan kebaikan dengan terus memegang ajaran Islam.

Peran Pendidikan Pesantren

Nurul Ilmi

Pesantren sudah memulai kiprahnya selama ratusan tahun. Bahkan pesantren sendiri merupakan pendidikan khas Indonesia yang tidak didapat di tempat lain. Pesantren juga diyakini sebagai benteng akhlak di tengah carut-marut system pendidikan yang tak kunjung menemukan jati dirinya. Pesantren juga merupakan kawah candradimuka tempat digodognya calon-calon kader pemimpin dan penyeru di jalan kebenaran.

Di era sekarang ini fungsi pesantren justru semakin terlihat jelas. Ketika banyak institusi pendidikan menyerah pada terjangan arus negative globalisasi, pesantren mampu tampil di garda terdepan dalam membendungnya. Tidak heran jika para orang tua saat ini lebih meyakini pendidikan model pesantren sebagai model pendidikan ideal bagi putra-putrinya karena pesantren memang telah berhasil melaksanakan tugas institusi pendidikan dalam membina dan mendidik santri-santrinya.

Peran pesantren juga menjadi semakin mencolok ketika para alumni pesantren saat ini bergerak di segala bidang kehidupan dengan membawa pesan-pesan moral dan nilai-nilai kemanusiaan kebaikan dan keteguhan pada iman. Tak ayal kita melihat alumni pesantren terjun di organisasi masyarakat terbesar di Indonesia seperti KH. Hasyim Muzadi dan Dien Syamsuddin. Alumni Pesantren juga terjun di ranah politik dengan menunjukkan etika politik yang bermoral dan bernurani seperti DR. Hidayat Nur Wahid. Bahkan alumni pesantren juga terjun sebagai jurnalis dan pengarang Novel best seller seperti Ahmad Fuadi. Hal ini tentunya semakin meruntuhkan anggapan dahulu bahwa alumni pesantren tidak bisa berbuat banyak.

Nurul Ilmi

Mengapa memilih Pendidikan Pesantren

Sudah menjadi bahan perdebatan bertahun-tahun para ahli pendidikan tentang bagaimana membuat formulasi system pendidikan yang mampu membangun akal, jiwa sekaligus akhlaq dan spiritual anak didik. Hal ini menjadi masalah serius ketika fenomena system pendidikan saat ini dalam kenyataannya tidak mampu menjawab masalah itu. Namun pesantren dengan keyakinannya pada system pedidikan yang telah diformulasikan sedemikian rupa dengan uji coba tidak hanya 1 tahun atau 2 tahun mampu menjawab segala problema pendidikan yang dihadapi saat ini tanpa banyak berdebat. Pesantren bergerak dan terus bergerak membangun sebuah system pendidikan yang total sebagai miniatur kehidupan yang nyata sehingga mampu menyiapkan santri-santrinya untuk hidup dan menghidupkan, untuk bergerak dan menggerakkan. Jadi, mengapa kita tidak memilih pesantren sebagai tempat pendidikan untuk putra-putri kita?

One response to “Mengapa Memilih Pendidikan Pesantren

  1. nining.rumbia.cute

    do something useful for our boarding school and doing a thousand thing to boast for it. thank’s mr fajar (headmaster) and all my teacher cause you all,i can change my life to be better than before…………”THANK’S A MILLION, I OWE YOU ONE”…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s